Tulisan ini menjelaskan tentang adanya hubungan yang sangat signifikan antara kandungan rokok dengan kadar radikal bebas atau racun yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan organ jaringan tubuh manusia yang salah satunya adalah pembuluh darah. Salah satu pembuluh darah yang sering mengalami kerusakan adalah pembuluh darah dijantung manusia yang berakibat pada sakit jantung.
A. Apa kandungan rokok ?
Menurut Dedi Witagama ( 2007 ) setiap rokok
yang dinyalakan mengandung lebih dari 4000 bahan kimia, diantara bahan kimia
tersebut berupa bahan radioaktif (polonium-201), bahan untuk cat (Acetone),
Pencuci lantai (Ammonia), racun serangga (DDT), dan gas beracun (Hydrogen
Cyanide ) dan bahan lainnya yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Dari semua
zat kimia tersebut merupakan radikal bebas
B. Radikal Bebas pada rokok ?
Radikal bebas adalah suatu atom yang memiliki
satu atau lebih electron tidak berpasangan, sehingga bersifat labil dan sangat
reaktif serta dapat menyerang molekul disekitarnya. Dari lebih 4000 zat kimia
dalam kandungan rokok yang merupakan radikal bebas. Radikal bebas merupakan
produk antara yang terbentuk dalam berbagai proses reaksi dan metabolism sel, system
biologi endogen dan eksogen. Berbagai proses metabolism dalam tubuh manusia
dapat menghasilkan radikal bebas, termasuk faktor lingkungan seperti polusi udara,
merokok, paparan zat kimia dan radiasi sinar ultra violet yang dapat
menginisiasi pembentukan radikal bebas. Meningkatnya kadar radikal bebas dalam
sel dan jaringan tubuh manusia akan menyebabkan rusaknya sel dan jaringan tubuh,
keadaan ini yang disebut stress oksidatif.
C. Hubungan merokok dengan kejadian sakit
jantung ?
Diantara banyaknya senyawa radikal bebas adalah
radikal hidroksil, radikal superoksida, radikal nitrit oksida, dan radikal
lemak peroksil. Semua senyawa tersebut akan bereaksi menyebabkan kerusakan
padan sel dan jaringan tubuh manusia. Kapan terjadinya kerusakan sel dan
jaringan tubuh manusia ? pada keadaan stress oksidatif dimana ketidakstabilan
antara proses oksidasi oleh radikal bebas dan proses penetralan oleh
antioksidan dalam tubuh. Yang pada akhirnya jika proses radikal bebas ini
terus berlanjut didalam tubuh manusia akan menyebabkan kerusakan sel, disfungsi
membrane, modifikasi protein, inaktifasi enzim dan pecahnya rantai DNA. Kerusakan
struktur intraseluler secara langsung mempengaruhi pengaturan metabolisme. Salah
satu kandungan dalam rokok adalah senyawa hidroksil. Senyawa hidroksil jika
dibiarkan lama bereaksi dengan poly unsaturated fatty acid ( PUFA) akan
mengasilkan peroksida lipid, reaksi tersebut terjadi secara berantai dan terus
menerus sehingga menghasilkan radikal bebas yang mengakibatkan terjadinya peradangan
terutama di sel endotel atau lapisan tipis yang melapisi daripada pembuluh
darah tubuh manusia. Jika terus menerus dibiarkan akan berakibat terjadinya
sumbatan pembuluh darah. Dan pembuluh darah yang paling sering terjadi sumbatan
adalah pembuluh darah dijantung, hingga pada akhirnya mengalami sakit jantung.
D. Pembuktian dalam sebuah penilitian
bahwa kandungan rokok itu bisa merusak tubuh manusi ?
Peroksidasi lipid adalah proses dimana radikal
bebas mengikat electron-elktron lipid pada membrane sel yan berakibat langsung
pada kerusakan sel. Zat yang terlibat dalam peroksidasi lipid adalah PUFA,
Fosfolipid, glikolipid, kolesterol ester dan kolesterol. Dari hasil proses
peroksidasi lipid atau produk hasil akhir dari radikal bebas yang ada dalam
tubuh manusia terdapat kadar senyawa Malondialdehide (MDA). Senyawa MDA
terbentuk akibat dari degradasi radikal bebas hidroksil. Senyawa radikal bebas ini
yaitu MDA, dimana kadar senyawa MDA bisa ditdeteksi dengan menggunakan Uji TBARs dimana bisa mengukur seberapa
rendah atau tingginya kerusakan sel tubuh manusia yang disebabkan oleh radikal
bebas.
Dalam penilitian yang penulis sendiri lakukan pada
September 2013 dengan menggunakan metode TBArs yang diukur dengan alat Spektrofotometer
dari urin responden perokok dan tidak perokok didapakan hasil yang signifikan
yaitu P-value = 0,009 dan
diperkuat pada penilitian yang dilakukan oleh Jens Lykkesfeldt, dkk pada 6
April 2004 dari hasil penilitiannya didapatkan hasil yang signifikan yaitu P-value = 0,0003
Pada kesimpulan akhirnya, penulis tidak
ada niat untuk melarang para perokok untuk berhenti merokok, atau melarang
untuk membeli rokok. Penulis hanya berniat untuk menyampaikan edukasi yang informatif kepada semua lapisan masyarakat. semoga dengan tulisan ini, masyarakat bisa bijaksana dan peduli terhadap kondisi kesehatan tubuhnya sendiri.
Komentar
Posting Komentar